Unit Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya Raih Akreditasi Unggul, Komitmen Peningkatan Mutu Layanan Kampus
Kendari – Universitas Mandala Waluya kembali mencatat prestasi gemilang dalam upaya peningkatan mutu akademik dan layanan kampus. Pada Jumat, 13 April 2026, Unit Pengabdian Masyarakat (UPM) resmi meraih status akreditasi unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi (LAMPTI), setelah melalui proses evaluasi komprehensif selama enam bulan. Pencapaian ini merupakan bukti nyata komitmen institusi dalam mengembangkan program pengabdian masyarakat yang relevan, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi komunitas lokal di Sulawesi Tenggara.
Berdasarkan laporan resmi yang diterima redaksi, penilaian akreditasi mencakup lima aspek utama: relevansi program, pelaksanaan kegiatan, hasil dan dampak, pengelolaan sumber daya, dan keberlanjutan program. Unit Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya berhasil memperoleh skor 91 dari 100, melampaui standar minimum akreditasi unggul yang ditetapkan pada angka 85. Pencapaian ini mengangkat posisi UPM sebagai salah satu unit pengabdian masyarakat terbaik di kawasan Sulawesi Tenggara.
Perjalanan Menuju Akreditasi Unggul
Perjalanan menuju pencapaian akreditasi unggul ini dimulai sejak tahun 2024, ketika Universitas Mandala Waluya menetapkan roadmap komprehensif untuk meningkatkan standar mutu seluruh unit operasional. Unit Pengabdian Masyarakat, sebagai salah satu komponen strategis dalam tridharma perguruan tinggi, menjadi fokus utama transformasi kualitas institusi.
Direktur UPM Universitas Mandala Waluya, Dr. Bambang Suryanto, M.Si., menjelaskan bahwa persiapan akreditasi melibatkan analisis mendalam terhadap setiap program yang selama ini dijalankan. “Kami melakukan evaluasi internal yang sangat detail terhadap 47 program pengabdian masyarakat yang aktif berjalan. Setiap program dikaji dari aspek perencanaan, pelaksanaan, hingga pengukuran dampak sosial. Tim kami bekerja keras untuk memastikan bahwa setiap kegiatan tidak hanya bermanfaat, tetapi juga terukur dan berkelanjutan,” ujar Dr. Bambang dalam wawancara eksklusif dengan redaksi.
Dokumentasi menunjukkan bahwa selama periode persiapan, Unit Pengabdian Masyarakat melakukan revisi total terhadap sistem manajemen program. Mereka mengimplementasikan aplikasi manajemen berbasis teknologi informasi untuk melacak setiap tahapan program, dari perencanaan hingga pelaporan hasil. Selain itu, dilakukan pelatihan berkelanjutan bagi 156 dosen pembimbing pengabdian dan 42 staf administratif untuk meningkatkan kompetensi dalam merancang dan melaksanakan program yang berdampak sosial tinggi.
Program-Program Unggulan yang Menjadi Fondasi Akreditasi
Keberhasilan akreditasi unggul ini didukung oleh portofolio program pengabdian masyarakat yang beragam dan relevan dengan kebutuhan lokal. Universitas Mandala Waluya, yang berlokasi di Kendari, memiliki keunggulan geografis dan akademis untuk menangani isu-isu spesifik masyarakat Sulawesi Tenggara.
Salah satu program unggulan yang menjadi sorotan tim asesor adalah “Pemberdayaan Nelayan Tradisional Melalui Teknologi Penangkapan Berkelanjutan di Kepulauan Buton”. Program ini menggandeng 23 kelompok nelayan tradisional dengan melibatkan 312 nelayan dan keluarganya. Tim peneliti dari Fakultas Perikanan dan Kelautan, dipimpin oleh Prof. Ir. Suhendar Rusli, Ph.D., berhasil mengintroduksi teknologi ramah lingkungan yang meningkatkan produktivitas nelayan hingga 40% tanpa merusak ekosistem laut.
“Program ini menunjukkan bagaimana perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir. Kami tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga mendampingi mereka dalam proses adaptasi teknologi. Hasilnya, pendapatan rata-rata nelayan peserta meningkat signifikan, dan yang lebih penting, praktik penangkapan ikan menjadi lebih berkelanjutan,” jelas Prof. Suhendar dalam sesi presentasi hasil program.
Program lain yang mendapat apresiasi tinggi dari asesor adalah “Pengembangan Desa Digital di Kabupaten Wakatobi Melalui Literasi Teknologi Informasi”. Program ini melibatkan 1.847 warga dari 12 desa, dengan fokus pada pelatihan digital literacy, e-commerce, dan manajemen informasi berbasis teknologi. Koordinator program, Dra. Siti Nurhaliza, M.Kom., menyebutkan bahwa program ini telah membantu 156 usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal untuk masuk ke pasar digital.
Selain dua program di atas, Unit Pengabdian Masyarakat juga menjalankan program kesehatan masyarakat, pendidikan paud di daerah terpencil, pemberdayaan perempuan, dan pelestarian budaya lokal. Keragaman program ini menunjukkan komitmen Universitas Mandala Waluya untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat Sulawesi Tenggara dalam berbagai dimensi kehidupan.
Peran Kepemimpinan dalam Transformasi Mutu
Pencapaian akreditasi unggul ini tidak terlepas dari peran aktif pimpinan universitas. Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. H. Moh. Arsyad Thaha, M.Sc., menekankan bahwa peningkatan mutu adalah prioritas strategis institusi dalam rangka menjadi universitas unggulan di tingkat nasional dan regional.
“Akreditasi unggul yang diraih Unit Pengabdian Masyarakat merupakan hasil dari komitmen kolektif seluruh sivitas akademika. Kami percaya bahwa pengabdian masyarakat bukan hanya kewajiban akademis, tetapi juga tanggung jawab moral institusi untuk memberdayakan komunitas. Pencapaian ini memotivasi kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu di unit-unit lainnya,” ujar Prof. Arsyad dalam acara perayaan akreditasi yang diselenggarakan di Aula Utama Kampus Universitas Mandala Waluya.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. Hj. Nurhidayah, S.H., M.Hum., menambahkan bahwa hasil akreditasi ini menjadi benchmark bagi unit-unit lain untuk meningkatkan standar operasional mereka. Menurutnya, universitas telah menetapkan target ambisius untuk meningkatkan akreditasi semua unit menjadi minimal “Baik” dalam dua tahun ke depan.
“Kami tidak berhenti di sini. Keberhasilan Unit Pengabdian Masyarakat menjadi inspirasi bagi Lembaga Penelitian, Pusat Bahasa, dan unit-unit lainnya. Kami akan mengalokasikan sumber daya tambahan dan memberikan pelatihan intensif kepada semua stakeholder untuk memastikan peningkatan mutu berkelanjutan di seluruh aspek operasional kampus,” jelas Dr. Nurhidayah.
Dampak dan Signifikansi Bagi Universitas dan Masyarakat
Akreditasi unggul yang diraih Unit Pengabdian Masyarakat membawa dampak signifikan bagi Universitas Mandala Waluya dan masyarakat yang dilayani. Dari perspektif institusional, pencapaian ini meningkatkan reputasi universitas di tingkat nasional dan internasional. Berbagai media massa nasional telah meliput pencapaian ini, dan universitas telah menerima undangan untuk mempresentasikan model pengabdian masyarakat di forum-forum akademis nasional.
Dari sisi masyarakat, dampak positif sudah terlihat dari peningkatan kesejahteraan ekonomi, sosial, dan budaya di berbagai wilayah yang menjadi mitra pengabdian. Kelompok nelayan tradisional, petani, UMKM, dan komunitas lokal lainnya merasakan manfaat langsung dari program-program yang dirancang dan dilaksanakan oleh Universitas Mandala Waluya.
Salah satu beneficiary program pengabdian masyarakat, Ibu Siti Asriani, seorang pengusaha UMKM di Kota Kendari yang mengikuti program literasi digital, bercerita tentang transformasi bisnisnya. “Sebelum mengikuti program dari Universitas Mandala Waluya, bisnis saya hanya mengandalkan penjualan offline dan omset bulanan hanya sekitar 5 juta rupiah. Setelah mendapat pelatihan e-commerce dan digital marketing dari tim universitas, saya bisa menjual produk melalui berbagai platform online. Omset saya sekarang mencapai 30 juta per bulan, dan yang penting saya sudah membantu tiga orang tetangga untuk memulai bisnis online mereka juga,” tutur Ibu Siti dengan antusias.
Testimoni serupa juga datang dari kepala desa dan pimpinan komunitas lokal lainnya, yang melihat langsung bagaimana program pengabdian masyarakat Universitas Mandala Waluya membawa perubahan positif bagi wilayah mereka.
Strategi Keberlanjutan dan Pengembangan Masa Depan
Meraih akreditasi unggul hanyalah langkah awal dalam perjalanan panjang Universitas Mandala Waluya menuju keunggulan berkelanjutan. Direktur UPM, Dr. Bambang Suryanto, telah merancang strategi komprehensif untuk mempertahankan dan meningkatkan standar mutu pengabdian masyarakat ke depannya.
“Kami akan memperluas cakupan geografis program pengabdian masyarakat, terutama ke daerah-daerah yang masih tertinggal di Sulawesi Tenggara. Selain itu, kami akan meningkatkan kolaborasi dengan stakeholder eksternal, termasuk pemerintah lokal, lembaga internasional, dan perusahaan swasta, untuk menciptakan program pengabdian yang lebih berdampak dan berkelanjutan. Kami juga akan mengintegrasikan hasil penelitian dari unit penelitian dengan kegiatan pengabdian masyarakat, sehingga tercipta sinergi yang kuat antara penelitian dan pemberdayaan komunitas,” papar Dr. Bambang.
Rencana pengembangan masa depan meliputi beberapa inisiatif strategis, antara lain: pertama, pembentukan tiga pusat unggulan pengabdian masyarakat yang fokus pada agribisnis berkelanjutan, energi terbarukan, dan ekonomi digital; kedua, peningkatan alokasi anggaran pengabdian masyarakat sebesar 25% dalam tiga tahun ke depan; ketiga, pengembangan model pendampingan yang lebih intensif dan terukur untuk memastikan keberlanjutan dampak program; dan keempat, penguatan sistem monitoring dan evaluasi berbasis teknologi untuk tracking real-time terhadap semua kegiatan pengabdian masyarakat.
Penutup: Komitmen Menuju Keunggulan Berkelanjutan
Pencapaian akreditasi unggul oleh Unit Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya pada 13 April 2026 merupakan milestone penting dalam perjalanan institusi menuju keunggulan akademis dan kontribusi sosial yang bermakna. Keberhasilan ini adalah hasil dari dedikasi, kerja keras, dan komitmen seluruh sivitas akademika yang tidak hanya fokus pada kualitas pendidikan dan penelitian, tetapi juga pada dampak nyata yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Dengan meraih akreditasi unggul, Universitas Mandala Waluya telah membuktikan bahwa perguruan tinggi bukan hanya lembaga penyedia layanan pendidikan formal, tetapi juga agent of change yang aktif berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Pencapaian ini menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan tinggi lainnya di kawasan Sulawesi Tenggara untuk terus meningkatkan standar mutu dan memaksimalkan dampak pengabdian masyarakat.
Ke depannya, Universitas Mandala Waluya memiliki tantangan untuk mempertahankan status akreditasi unggul sambil terus berinovasi mengembangkan program pengabdian masyarakat yang semakin relevan, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, komitmen sivitas akademika, dan kepercayaan masyarakat, Universitas Mandala Waluya siap untuk menjadi pusat pengabdian masyarakat terdepan di kawasan Indonesia Timur.
—
Kata Kunci: Universitas Mandala Waluya, akreditasi unggul, pengabdian masyarakat, peningkatan mutu kampus, Kendari, Sulawesi Tenggara