KENDARI – Universitas Mandala Waluya melalui Unit Pengabdian Masyarakat (UPM) resmi meluncurkan program pelatihan keterampilan digital terpadu yang ditujukan bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di Kendari. Program yang diselenggarakan pada Senin, 31 Maret 2026, dan dimulai operasionalnya pada 1 April 2026, ini merupakan inisiatif strategis untuk meningkatkan daya saing ekonomi digital di tingkat lokal.
Peluncuran program yang bertajuk “Digital Transformation Initiative for SMEs Kendari (DTI-SK)” ini dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Mandala Waluya Prof. Dr. Ir. Bambang Suryanto, M.Sc., Wakil Rektor Bidang Pengabdian Masyarakat Dr. Hendra Kusuma, S.E., M.M., Kepala Unit Pengabdian Masyarakat Drs. Suratman, M.Si., serta lebih dari 150 peserta UMKM dari berbagai sektor industri di Kendari.
Kegiatan akademik ini menjadi bagian integral dari visi Universitas Mandala Waluya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat lokal dan memberikan solusi nyata terhadap tantangan transformasi digital yang dihadapi oleh para pengusaha mikro dan kecil di era modern ini. Dengan lokasi kampus yang strategis di pusat kota Kendari, universitas ini memiliki posisi unik untuk menjadi katalis perubahan ekonomi digital di wilayah Sulawesi Tenggara.
### Program Komprehensif untuk Pemberdayaan Ekonomi Digital
Program DTI-SK dirancang dengan kurikulum yang komprehensif dan relevan dengan kebutuhan praktis para UMKM. Menurut informasi yang diperoleh dari Kepala UPM, program ini mencakup lima modul utama yang akan diselenggarakan selama periode enam bulan ke depan.
“Kami telah merancang program ini dengan melibatkan praktisi industri, akademisi, dan pengusaha sukses sebagai mentor. Setiap modul dirancang agar tidak hanya teoritis tetapi juga praktis dan langsung dapat diterapkan oleh para peserta,” ujar Drs. Suratman, M.Si., saat memberikan sambutan di acara peluncuran pada Senin pagi.
Kelima modul utama tersebut mencakup: (1) Dasar-Dasar Pemasaran Digital dan Branding Online; (2) E-Commerce dan Strategi Penjualan Virtual; (3) Manajemen Media Sosial untuk Bisnis; (4) Analitik Data dan Insight Konsumen; dan (5) Keamanan Siber dan Perlindungan Data Bisnis. Setiap modul akan diselenggarakan selama dua minggu dengan intensitas pembelajaran sebanyak 20 jam per minggu, yang terbagi antara sesi teoritis dan praktik langsung.
Peserta program akan difasilitasi dengan akses gratis ke laboratorium komputer Universitas Mandala Waluya, yang dilengkapi dengan perangkat keras terkini dan koneksi internet berkecepatan tinggi. Selain itu, setiap peserta akan mendapatkan materi pembelajaran digital dalam bentuk e-modul dan akses ke platform pembelajaran online khusus yang dapat diakses kapan saja sesuai dengan ketersediaan waktu mereka.
### Kolaborasi Akademik-Industri yang Strategis
Aspek unik dari program DTI-SK adalah melibatkan kolaborasi langsung dengan perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka dan profesional berpengalaman di bidang digital. Universitas Mandala Waluya telah menjalin kerjasama dengan PT. Solusi Digital Indonesia, PT. E-Commerce Sulawesi, dan Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (APMI) cabang Kendari sebagai mitra strategis.
“Kolaborasi ini memastikan bahwa materi yang kami ajarkan adalah yang paling up-to-date dan sesuai dengan tren pasar industri saat ini. Kami juga akan menghadirkan praktisi langsung dari perusahaan-perusahaan ini sebagai pembicara dan mentor,” jelas Dr. Hendra Kusuma, Wakil Rektor Bidang Pengabdian Masyarakat, dalam kesempatan yang sama.
Para mentor yang akan membimbing peserta program adalah profesional berpengalaman dengan minimal lima tahun pengalaman di bidang digital marketing, e-commerce, dan teknologi informasi. Sebagian besar mentor juga merupakan alumni Universitas Mandala Waluya yang telah sukses membangun dan mengelola bisnis digital mereka sendiri, sehingga mereka dapat memberikan perspektif praktis dan relatable bagi para UMKM.
### Rektor Universitas Mandala Waluya Menekankan Komitmen Pengabdian Masyarakat
Dalam sambutannya yang panjang dan bermakna, Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Suryanto, M.Sc., menekankan bahwa program ini adalah manifestasi nyata dari komitmen universitas terhadap pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. Beliau mengatakan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi sebuah keharusan bagi setiap pelaku bisnis di era modern.
“Universitas Mandala Waluya memahami bahwa kesenjangan digital adalah salah satu tantangan terbesar bagi pembangunan ekonomi lokal. Melalui program DTI-SK ini, kami ingin memastikan bahwa setiap UMKM, baik dari sektor perdagangan, manufaktur, maupun jasa, memiliki akses terhadap pengetahuan dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk bertransformasi secara digital,” ujar Prof. Bambang dengan penuh keyakinan.
Rektor juga menyampaikan bahwa program ini bukan merupakan inisiatif satu kali, tetapi merupakan bagian dari strategi jangka panjang universitas untuk menjadi mitra terpercaya dalam pembangunan berkelanjutan di wilayah Sulawesi Tenggara. “Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dalam merancang program-program pengabdian masyarakat yang relevan dan berdampak nyata,” tambahnya.
### Target Peserta dan Dampak yang Diharapkan
Program DTI-SK menargetkan minimal 200 peserta dari berbagai skala UMKM selama tahun pertama implementasinya. Peserta dipilih berdasarkan kriteria keterbukaan terhadap inovasi, komitmen untuk menerapkan pembelajaran, dan potensi pertumbuhan bisnis. Unit Pengabdian Masyarakat telah menerima lebih dari 280 pendaftaran dalam periode penerimaan pendaftaran yang ditutup pada 28 Maret 2026 lalu.
Adapun dampak yang diharapkan dari program ini sangat ambisius namun terukur. Universitas Mandala Waluya, melalui UPM-nya, menargetkan bahwa minimal 70 persen peserta yang menyelesaikan program akan berhasil mengimplementasikan minimal satu strategi digital dalam bisnis mereka dalam waktu tiga bulan setelah program berakhir. Selain itu, diharapkan ada peningkatan rata-rata pendapatan peserta sebesar 15-25 persen dalam enam bulan pertama setelah implementasi.
“Kami juga akan melakukan monitoring dan evaluasi berkelanjutan terhadap progres peserta. Target kami adalah tidak hanya melatih mereka, tetapi juga memastikan bahwa pembelajaran tersebut benar-benar diterapkan dan menghasilkan dampak positif bagi bisnis mereka,” kata Drs. Suratman, yang juga menekankan pentingnya pendampingan pasca-pelatihan.
### Fasilitas dan Dukungan Komprehensif
Universitas Mandala Waluya telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung untuk memastikan kesuksesan program DTI-SK. Selain laboratorium komputer yang modern, universitas juga menyediakan ruang kelas yang nyaman, perpustakaan digital dengan koleksi resources tentang digital marketing dan e-commerce, serta layanan helpdesk yang siap membantu peserta menghadapi kesulitan teknis.
Lebih lanjut, peserta juga akan mendapatkan akses ke komunitas alumni UPM dan networking events reguler yang akan memfasilitasi kolaborasi antar peserta. “Kami percaya bahwa jaringan profesional yang kuat adalah aset berharga bagi pertumbuhan bisnis jangka panjang. Oleh karena itu, kami juga fokus pada membangun ekosistem entrepreneur digital di Kendari,” ungkap Dr. Hendra Kusuma.
### Jadwal Implementasi dan Pendaftaran Lanjutan
Program DTI-SK dimulai secara resmi pada 1 April 2026 dengan pembukaan kelas angkatan pertama. Modul pertama, “Dasar-Dasar Pemasaran Digital dan Branding Online,” akan diselenggarakan dari 1-14 April 2026. Setelah itu, modul-modul selanjutnya akan dijalankan secara berurutan hingga akhir Agustus 2026.
Unit Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya masih membuka kesempatan pendaftaran untuk peserta tambahan dengan kuota terbatas. Pendaftaran dapat dilakukan melalui website resmi universitas (www.umandala.ac.id) atau langsung ke kantor UPM di Gedung Pengabdian Masyarakat, Jalan Veteran Nomor 12, Kendari. Biaya partisipasi sangat terjangkau dengan subsidi universitas, yaitu hanya Rp 500.000 untuk keseluruhan program enam bulan.
### Tantangan dan Solusi yang Dirancang
Dalam merancang program ini, UPM juga telah mengidentifikasi berbagai tantangan yang mungkin dihadapi peserta. Salah satunya adalah keterbatasan waktu, karena mayoritas peserta adalah pengusaha yang sibuk dengan operasional bisnis mereka. Untuk mengatasi ini, program dirancang dengan fleksibilitas waktu, termasuk opsi pembelajaran asynchronous (tidak real-time) yang dapat disesuaikan dengan jadwal peserta.
Tantangan lainnya adalah kesenjangan pengetahuan awal yang beragam di antara peserta. Beberapa peserta mungkin sudah familiar dengan teknologi digital, sementara yang lain masih pemula. “Untuk mengatasi ini, kami akan melakukan pre-assessment dan menyelenggarakan modul pengantar khusus bagi peserta yang masih sangat pemula dalam teknologi. Kami juga akan mengelompokkan peserta berdasarkan tingkat kemampuan mereka, sehingga pembelajaran dapat lebih efektif,” jelas Drs. Suratman.
### Perspektif Peserta dan Harapan Mereka
Berbicara dengan beberapa peserta yang telah mendaftar program, antusiasme mereka sangat tinggi. Sinta Wijaya, pemilik usaha kerajinan batik lokal yang telah berbisnis selama 12 tahun, mengungkapkan optimismenya. “Saya sudah lama ingin mengembangkan bisnis saya ke platform online, tetapi saya tidak tahu harus mulai dari mana. Program ini sangat tepat waktu dan aku optimis akan membantu bisnisku bertumbuh,” katanya dengan antusias.
Demikian pula dengan Budi Santoso, pemilik toko elektronik konvensional di pusat kota Kendari. “Kompetisi dengan toko online semakin ketat. Saya merasa harus segera bertransformasi digital agar bisnis saya tetap relevan. Program dari Universitas Mandala Waluya ini adalah kesempatan yang sangat baik,” tambahnya.
### Penutup dan Visi ke Depan
Program DTI-SK yang diluncurkan oleh Unit Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya adalah wujud nyata dari komitmen universitas untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi digital lokal. Dengan merancang kurikulum yang komprehensif, melibatkan para ahli dan praktisi berpengalaman, serta menyediakan fasilitas yang memadai, universitas ini telah menciptakan ekosistem pembelajaran yang kondusif bagi UMKM untuk bertransformasi.
Diharapkan bahwa program ini akan menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah-wilayah lain di Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara luas. Universitas Mandala Waluya, melalui UPM-nya, membuktikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan bagi mahasiswa, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial-ekonomi yang signifikan dalam masyarakat.
Dengan kesuksesan program DTI-SK, diharapkan bahwa UMKM Kendari akan semakin kompetitif, produktif, dan mampu berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional. Semangat kolaborasi antara universitas, industri, dan pelaku usaha ini adalah fondasi yang kuat untuk membangun masa depan ekonomi digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Kendari dan sekitarnya.
—
[Artikel ini ditulis berdasarkan hasil liputan dari acara peluncuran program pada 31 Maret 2026 dan wawancara dengan pihak-pihak terkait di Universitas Mandala Waluya, Kendari]