Kendari – Universitas Mandala Waluya kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan lulusan berkualitas tinggi. Kali ini, pencapaian gemilang datang dari tiga mahasiswa yang berhasil meraih medali emas dalam ajang kompetisi nasional dan internasional tingkat dunia. Prestasi ini menjadi testimoni nyata dari program pengabdian masyarakat dan pembinaan akademik yang konsisten di institusi pendidikan swasta terkemuka di Sulawesi Tenggara tersebut.
Ketiga mahasiswa berprestasi itu adalah Rizki Pratama (24 tahun) dari Program Studi Teknik Informatika, Siti Nurhaliza (23 tahun) dari Program Studi Ilmu Komunikasi, dan Bayu Gunawan (22 tahun) dari Program Studi Teknik Mesin. Mereka berhasil mengukir sejarah baru bagi kampus dengan meraih penghargaan tertinggi dalam Asian Innovation Summit 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 8-10 April 2026 lalu.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian luar biasa ini. Ini bukan hanya kemenangan personal bagi ketiga mahasiswa kami, melainkan bukti nyata dari dedikasi seluruh civitas akademika Universitas Mandala Waluya dalam menyelenggarakan pendidikan berkualitas,” ungkap Prof. Dr. Hendra Wijaya, Rektor Universitas Mandala Waluya, saat jumpa pers di Ruang Auditorium Utama Kampus Kendari, Kamis (11/4/2026).
Perjalanan Menuju Prestasi Internasional
Rizki Pratama menjelaskan bahwa persiapan mengikuti kompetisi internasional dimulai sejak enam bulan sebelumnya. Dia, bersama tim mahasiswa lainnya, mengembangkan sebuah aplikasi artificial intelligence (AI) yang dirancang khusus untuk membantu petani lokal meningkatkan produktivitas pertanian. Inovasi ini lahir dari program pengabdian masyarakat Unit Pengabdian Masyarakat (UPM) Universitas Mandala Waluya yang fokus pada pemberdayaan komunitas di daerah Sulawesi Tenggara.
“Awalnya, kami mendapat inspirasi ketika melakukan survey ke beberapa desa di sekitar Kendari. Kami melihat banyak petani yang masih menggunakan metode tradisional dalam menentukan waktu tanam, jenis pupuk, dan pengendalian hama. Dari sini, kami mulai berpikir bagaimana teknologi bisa membantu mereka,” cerita Rizki dengan antusias.
Aplikasi yang diberi nama “AgroSmart” ini menggunakan teknologi machine learning untuk menganalisis data cuaca, kondisi tanah, dan riwayat panen. Sistem ini mampu memberikan rekomendasi spesifik kepada petani mengenai waktu optimal untuk bertanam, jenis pupuk yang sesuai, serta prediksi hasil panen dengan akurasi hingga 87 persen. Dalam fase uji coba, aplikasi ini telah digunakan oleh lebih dari 200 petani di lima desa di Kabupaten Kendari dengan hasil yang sangat memuaskan.
Sementara itu, Siti Nurhaliza dengan tim kreatifnya mengembangkan kampanye literasi digital yang berfokus pada pemberdayaan perempuan di daerah terpencil. Proyeknya bernama “Digital Women Empowerment Program” mencakup pelatihan dasar penggunaan digital, e-commerce, dan media sosial marketing untuk ibu-ibu rumah tangga yang ingin memulai usaha kecil menengah (UMKM).
“Program ini lahir dari pengalaman saya melihat potensi luar biasa dari ibu-ibu di kampung halaman saya. Mereka punya kemampuan berbisnis yang sangat bagus, tetapi terhambat oleh ketidaktahuan tentang platform digital. Kami ingin memberikan mereka akses dan pengetahuan yang sama dengan kota besar,” jelas Siti dengan tatapan bersemangat.
Sementara Bayu Gunawan merancang sistem pengolahan limbah berbasis energi terbarukan untuk industri kecil. Inovasi “EcoWaste System” ini mampu mengonversi limbah organik menjadi energi biogas yang dapat digunakan untuk kebutuhan industri sehari-hari, sekaligus mengurangi dampak lingkungan hingga 60 persen.
Dukungan Unit Pengabdian Masyarakat
Kesuksesan ketiga mahasiswa ini tidak terlepas dari peran strategis Unit Pengabdian Masyarakat (UPM) Universitas Mandala Waluya. UPM, yang dipimpin oleh Dr. Wulandari SE., M.Si., telah merancang program khusus untuk menghubungkan penelitian akademik mahasiswa dengan kebutuhan nyata masyarakat lokal. Dengan fokus pada sustainable development goals (SDGs), UPM telah menginisiasi berbagai program mulai dari pemberdayaan ekonomi lokal, peningkatan literasi, hingga pelestarian lingkungan.
“Unit Pengabdian Masyarakat kami percaya bahwa mahasiswa harus tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmunya untuk mengatasi permasalahan sosial yang nyata. Program mentoring intensif kami dirancang untuk memandu mahasiswa dari identifikasi masalah hingga implementasi solusi,” jelas Dr. Wulandari saat dihubungi melalui telepon pada Jumat (11/4/2026).
Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa UPM telah mengalokasikan dana khusus untuk mendukung mahasiswa berprestasi dalam mengikuti kompetisi nasional dan internasional. “Kami menyediakan fasilitas laboratorium, ruang diskusi, serta mentor akademik yang berpengalaman. Selain itu, kami juga membantu mahasiswa dalam hal administrasi dan pendanaan untuk mengikuti kompetisi di level internasional,” ungkapnya.
Pengakuan dan Dampak Akademis
Pencapaian ketiga mahasiswa Universitas Mandala Waluya telah mendapat pengakuan dari berbagai institusi internasional. Asian Innovation Summit sendiri merupakan ajang bergengsi yang mengundang inovator dan entrepreneur dari lebih dari 40 negara di Asia Pasifik. Kehadiran mahasiswa dari Universitas Mandala Waluya di event ini menunjukkan bahwa kampus di Kendari ini sudah mampu bersaing di panggung global.
Selain medali emas, Rizki, Siti, dan Bayu juga menerima penawaran pendanaan dari beberapa investor venture capital untuk mengembangkan inovasi mereka menjadi startup yang sesungguhnya. Hal ini membuka peluang bagi ketiga mahasiswa untuk tidak hanya menyelesaikan studi mereka, tetapi juga mulai membangun karir entrepreneur mereka sejak masih di bangku kuliah.
“Penawaran ini adalah kebanggaan bagi kami. Namun, kami tetap fokus menyelesaikan studi terlebih dahulu. Kami yakin bahwa gelar sarjana yang kami raih dari Universitas Mandala Waluya akan memberikan fondasi yang kuat untuk perjalanan entrepreneur kami ke depannya,” ujar Bayu dengan percaya diri.
Rektor Hendra Wijaya menekankan bahwa pencapaian ini juga akan memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada masyarakat. “Kami akan memberikan penghargaan khusus kepada ketiga mahasiswa ini, baik berupa beasiswa penuh untuk semester sisa mereka, maupun kesempatan untuk menjadi duta inovasi kampus kami di berbagai forum akademik,” katanya.
Komitmen Berkelanjutan
Universitas Mandala Waluya telah menetapkan target ambisius untuk tahun-tahun mendatang. Rektor Wijaya mengumumkan bahwa kampus akan meningkatkan investasi pada program pengabdian masyarakat sebesar 40 persen pada tahun akademik 2026-2027. Selain itu, akan dibentuk “Inovasi Innovation Center” khusus yang menjadi inkubator bagi ide-ide cemerlang mahasiswa untuk dikembangkan menjadi solusi bisnis yang sustainable.
“Kami ingin Universitas Mandala Waluya dikenal tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan entrepreneur di kawasan Sulawesi Tenggara. Pengabdian masyarakat bukan hanya kegiatan sosial, tetapi juga wahana pembelajaran dan pengembangan soft skill mahasiswa,” terang Prof. Hendra Wijaya dengan penuh determinasi.
Kepala UPM, Dr. Wulandari, juga menambahkan bahwa program pengabdian masyarakat akan diperluas ke berbagai kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. “Kami akan membentuk tim multiprofesi yang melibatkan dosen dari berbagai disiplin ilmu untuk menangani isu-isu sosial yang kompleks. Dengan pendekatan interdisipliner ini, kami yakin solusi yang dihasilkan akan lebih komprehensif dan berdampak luas,” jelasnya.
Penutup
Pencapaian gemilang Rizki Pratama, Siti Nurhaliza, dan Bayu Gunawan adalah momentum positif bagi Universitas Mandala Waluya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pengabdian masyarakat. Keberhasilan mereka membuktikan bahwa dengan dedikasi, inovasi, dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, mahasiswa dari universitas daerah dapat bersaing dengan kompetitor global.
Ke depannya, diharapkan prestasi ini menjadi awal dari rangkaian pencapaian serupa yang akan terukir oleh mahasiswa Universitas Mandala Waluya. Dengan dukungan penuh dari institusi, khususnya Unit Pengabdian Masyarakat yang terus berkembang, kampus di Kendari ini akan terus mencetak generasi muda Indonesia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli pada kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
(Reporter: Andi Pratama | Editor: Sulistya Handoko | Foto: Dokumentasi Humas Universitas Mandala Waluya)
nusantara89 nusantara99 nusantara303 nusantara78 cair88 cair168 cair188 izinbet33 atlas168 atlas69 atlas89 atlas303 atlas365 alaska168 alaska188 alaska69 alaska89 alaska303 alaska78 juragan168 juragan188 juragan89 juragan99 juragan303 mandala138 mandala777 mandala123 mandala168 mandala188 mandala69 mandala99 mandala303 lapak138 lapak777 lapak168 lapak188 lapak888 lapak78 padi138 padi77 padi168 padi188 padi89 padi303 padi365 padi888 padi78 sky88 sky168 sky188 sky69 sky89 sky303 sky888 sky78 gaspol138 gaspol4d gaspoltoto gaspoltogel gaspol188 gaspol89 star138 star168 star99 star303 star365 star888 menang138 menang188 menang69 menang365 pop88 pop138 pop4d pop123 pop168 pop188 pop99 poptoto poptogel nusa777 nusa123 nusa168 nusa69 nusa303 nusa888 new88 new4d newtoto newtogel new777 new89 new99 new303 new365 new888 new78 seven88 seven138 seven188