KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan seluruh organisasi mahasiswa di Universitas Mandala Waluya secara kolaboratif menginisiasi sebuah program pengabdian masyarakat bernama “Mandala Mengabdi 2026” yang dirancang untuk memberikan dampak sosial berkelanjutan kepada masyarakat Kendari dan sekitarnya. Program yang diluncurkan pada hari Sabtu, 19 April 2026, ini melibatkan lebih dari 15 organisasi kemahasiswaan dengan target melayani setidaknya 2.000 penerima manfaat dalam periode enam bulan ke depan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bentuk komitmen nyata Unit Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya terhadap visi misi perguruan tinggi dalam menciptakan perubahan sosial positif. Dengan tema utama “Membangun Masyarakat Mandiri Melalui Inovasi dan Edukasi,” program ini mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.
Kolaborasi Lintas Organisasi Mahasiswa
Ketua BEM Universitas Mandala Waluya periode 2025-2026, Fauzan Adhitya Pratama, menjelaskan bahwa program ini lahir dari kesadaran mendalam bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial yang tidak dapat diabaikan. Keputusan untuk melibatkan semua organisasi mahasiswa menjadi strategi untuk memaksimalkan jangkauan dan efektivitas program.
“Kami percaya bahwa dengan mengintegrasikan kekuatan semua organisasi kampus, mulai dari BEM, himpunan jurusan, hingga unit kegiatan mahasiswa, kita dapat menciptakan program yang holistik dan berkelanjutan,” ujar Fauzan saat ditemui di Ruang Temu Unit Pengabdian Masyarakat, Senin (21 April 2026).
Organisasi-organisasi yang terlibat mencakup Himpunan Mahasiswa Teknik, Himpunan Mahasiswa Ekonomi, Himpunan Mahasiswa Pendidikan, Unit Kegiatan Mahasiswa Lingkungan Hidup, Unit Kegiatan Mahasiswa Kewirausahaan, Dewan Pers Mahasiswa, serta berbagai organisasi lainnya. Setiap organisasi diberikan otonomi untuk menentukan fokus program sesuai dengan keahlian dan minat anggotanya.
Lima Pilar Program Pengabdian Masyarakat
Program “Mandala Mengabdi 2026” dibangun di atas lima pilar utama yang komprehensif. Pertama, pilar pendidikan mencakup program pembimbingan akademik gratis untuk siswa sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas yang kurang mampu, serta pelatihan literasi digital bagi kelompok orang tua. Diproyeksikan, sebanyak 500 pelajar akan mendapatkan manfaat dari program ini.
Kedua, pilar kesehatan meliputi kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi gizi, dan program vaksinasi di daerah-daerah terpencil di sekitar Kendari. Ketiga, pilar lingkungan fokus pada program penanaman pohon, pembersihan pantai, dan edukasi pengelolaan sampah di komunitas lokal. Keempat, pilar pemberdayaan ekonomi dirancang untuk memberikan pelatihan keterampilan dan akses modal usaha mikro kepada kelompok usaha kecil dan menengah di Kendari. Kelima, pilar budaya dan seni bertujuan untuk melestarikan warisan budaya lokal melalui workshop dan pertunjukan seni.
“Setiap pilar dirancang dengan matang berdasarkan analisis kebutuhan masyarakat yang kami lakukan selama tiga bulan terakhir,” jelaskan Dr. Bambang Sutrisno, Kepala Unit Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya. “Kami tidak hanya ingin memberikan bantuan sesaat, tetapi menciptakan mekanisme yang berkelanjutan sehingga masyarakat dapat mandiri dalam jangka panjang.”
Dukungan Pimpinan Universitas
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Ir. Siti Nurhaliza, M.Sc., mengapresiasi tinggi inisiatif mahasiswa ini dalam sebuah keterangan resmi yang disampaikan pada Jumat (18 April 2026). Beliau menekankan bahwa komitmen terhadap pengabdian masyarakat merupakan salah satu pilar utama misi Universitas Mandala Waluya.
“Program ini menunjukkan bahwa mahasiswa kami tidak hanya pintar dalam akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Kami akan memberikan dukungan penuh, baik dari sisi administratif maupun pembiayaan, agar program ini dapat berjalan dengan optimal,” ujar Prof. Siti dalam pernyataannya.
Universitas Mandala Waluya telah mengalokasikan dana khusus sebesar Rp 750 juta untuk mendukung pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini. Dana tersebut akan digunakan untuk operasional kegiatan, pembelian bahan atau peralatan yang diperlukan, serta pemberian insentif bagi mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan lapangan.
Strategi Implementasi di Lapangan
Pelaksanaan program dimulai dengan fase persiapan yang melibatkan pelatihan bagi mahasiswa peserta. Setiap peserta akan mendapatkan pembekalan tentang soft skills, komunikasi efektif, dan etika berkomunitas. Fase ini dijadwalkan berlangsung selama dua minggu, sejak akhir April hingga awal Mei 2026.
Fase kedua adalah pelaksanaan program di lapangan, yang dijadwalkan berjalan dari Mei hingga September 2026. Selama fase ini, kelompok-kelompok mahasiswa akan terjun langsung ke komunitas masyarakat untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan pilar yang telah ditentukan. Setiap kelompok akan didampingi oleh fasilitator dari Unit Pengabdian Masyarakat dan dosen pembimbing.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan, Dr. Hendra Wijaya, S.Kom., M.I.B., menambahkan bahwa program ini juga dirancang sebagai pembelajaran experiential bagi mahasiswa. “Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, mahasiswa akan belajar tentang dinamika sosial, kompleksitas masalah masyarakat, dan cara-cara praktis dalam mengatasinya,” kata Hendra saat ditemui di Gedung Rektorat, Selasa (22 April 2026).
Target dan Dampak yang Diharapkan
Program “Mandala Mengabdi 2026” menargetkan beberapa indikator keberhasilan yang terukur. Selain target 2.000 penerima manfaat langsung, program ini juga berupaya menciptakan dampak multiplier effect yang lebih luas. Misalnya, siswa yang telah mendapat pembimbingan akademik diharapkan dapat meningkatkan prestasi akademiknya dan memotivasi teman-teman sekelasnya untuk lebih giat belajar.
Di sektor pemberdayaan ekonomi, target yang ditetapkan adalah membantu minimal 50 kelompok usaha kecil dan menengah dengan memberikan pelatihan manajemen usaha, akses ke pasar, dan akses modal. Diharapkan, setelah program selesai, kelompok-kelompok usaha tersebut dapat berkelanjutan dan bahkan memperluas skala operasi mereka.
Untuk pilar lingkungan, program ini menargetkan penanaman 10.000 pohon di berbagai lokasi di Kendari dan sekitarnya, serta melibatkan setidaknya 500 keluarga dalam program edukasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Testimoni Mahasiswa Peserta
Rusa Wardani, mahasiswa semester lima Himpunan Mahasiswa Pendidikan yang menjadi koordinator pilar pendidikan, mengungkapkan antusiasmenya terhadap program ini. “Saya sangat senang bisa berkontribusi langsung kepada masyarakat. Awalnya, saya khawatir apakah kami mampu melaksanakannya, tetapi setelah melihat respons positif dari teman-teman mahasiswa dan dukungan dari dosen pembimbing, saya yakin program ini akan berjalan dengan baik,” ujar Rusa pada Rabu (23 April 2026).
Sementara itu, Ardhika Pratama, mahasiswa semester enam dari Himpunan Mahasiswa Teknik yang menangani pilar lingkungan, juga mengungkapkan komitmennya. “Program penanaman pohon ini bukan hanya tentang jumlah pohon yang kami tanam, tetapi tentang kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan yang sehat. Kami ingin menciptakan kultur peduli lingkungan di masyarakat Kendari,” katanya.
Dukungan Mitra Eksternal
Program ini juga mendapat dukungan dari berbagai mitra eksternal, termasuk pemerintah daerah Kota Kendari, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta berbagai organisasi non-pemerintah lokal. Pemerintah Kota Kendari secara khusus telah menyediakan akses dan fasilitas bagi mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan di berbagai kelurahan dan desa.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kendari, Drs. Muhammad Ridho, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap program ini dalam sebuah pertemuan koordinasi yang diadakan pada Senin (21 April 2026). “Kami melihat potensi besar dari program ini untuk menjangkau pelajar-pelajar yang sebelumnya tidak mendapat akses pendidikan tambahan. Koordinasi dengan dinas pendidikan akan memastikan bahwa program ini selaras dengan kebutuhan pendidikan di kota Kendari,” ujar Ridho.
Tantangan dan Solusi
Meskipun antusiasme tinggi, tim pelaksana program juga menyadari berbagai tantangan yang mungkin dihadapi. Salah satu tantangan adalah heterogenitas kebutuhan masyarakat yang memerlukan pendekatan yang fleksibel dan adaptif. Untuk mengatasi hal ini, Tim Koordinasi Program telah menyiapkan mekanisme monitoring dan evaluasi yang ketat, termasuk feedback loops dengan komunitas penerima manfaat.
Tantangan lainnya adalah keberlanjutan program setelah berakhirnya periode enam bulan ini. Untuk itu, program dirancang dengan mekanisme knowledge transfer yang memastikan bahwa komunitas dapat melanjutkan kegiatan-kegiatan tertentu secara mandiri setelah mahasiswa selesai melaksanakan tugas mereka.
“Kami tidak ingin menciptakan ketergantungan pada mahasiswa, tetapi justru memberdayakan komunitas sehingga mereka dapat menjadi agent of change di lingkungan mereka sendiri,” jelas Dr. Bambang Sutrisno.
Penutup: Investasi untuk Masa Depan
Program “Mandala Mengabdi 2026” merepresentasikan komitmen Universitas Mandala Waluya terhadap peran universitas sebagai katalisator perubahan sosial. Dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai latar belakang akademik dan organisasi, program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa menjadi individu yang bertanggung jawab sosial.
Seperti yang disampaikan oleh Prof. Siti Nurhaliza, “Universitas bukan hanya tempat untuk belajar teori, tetapi juga tempat untuk belajar bagaimana berkontribusi kepada masyarakat. Program ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa Mandala Waluya siap menjadi pemimpin yang berbudi pekerti luhur dan peduli terhadap kesejahteraan masyarakat.”
Seiring dengan dimulainya program ini, berbagai kegiatan sosialisasi akan terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kehadiran program dan cara-cara mengakses manfaatnya. Pendaftaran penerima manfaat telah dibuka dan dapat dilakukan melalui kantor Unit Pengabdian Masyarakat atau melalui koordinator pilar program yang tersebar di berbagai kelurahan di Kendari.
Dengan semangat yang tinggi dan persiapan yang matang, program “Mandala Mengabdi 2026” diharapkan dapat menjadi milestone penting dalam sejarah pengabdian masyarakat di Universitas Mandala Waluya, dan sekaligus menciptakan dampak nyata yang berkelanjutan bagi masyarakat Kendari.
—
Berita ini disiarkan pada 24 April 2026
Narahubung: Unit Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya, Jl. Pendidikan No. 45, Kendari, Sulawesi Tenggara