Kendari — Universitas Mandala Waluya (UMW) melalui Unit Pengabdian Masyarakat (UPM) telah menerima persetujuan formal untuk melaksanakan proyek pembangunan fasilitas dan infrastruktur kampus yang komprehensif. Keputusan strategis ini diambil dalam Rapat Senat Akademik Universitas yang diselenggarakan pada Senin, 31 Maret 2026, dan diresmikan secara resmi pada Rabu, 9 April 2026. Proyek bernilai Rp 8,5 miliar ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kualitas layanan pengabdian masyarakat serta infrastruktur pendidikan di Kendari.
Pembangunan infrastruktur ini merupakan komitmen UMW untuk memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat sekitarnya. Lokasi proyek berada di kampus utama UMW yang terletak di jantung Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Dengan luas area pengembangan mencapai 12.500 meter persegi, proyek ini akan mencakup pembangunan gedung baru, fasilitas penunjang, dan infrastruktur pendukung yang modern.
Latar Belakang Pembangunan
Kebutuhan akan peningkatan fasilitas di Unit Pengabdian Masyarakat UMW telah menjadi perhatian serius bagi pimpinan universitas dalam tiga tahun terakhir. Menurut data internal yang dikumpulkan oleh bagian Perencanaan Strategis, kapasitas fasilitas yang ada saat ini hanya mampu melayani 40 persen dari total kebutuhan program pengabdian masyarakat yang direncanakan setiap tahunnya.
“Kami memiliki visi besar untuk menjadikan Unit Pengabdian Masyarakat sebagai pusat pemberdayaan masyarakat kelas dunia di tingkat Asia Tenggara,” ujar Dr. Ir. Muhammad Ridho Syahputra, M.Sc., Rektor Universitas Mandala Waluya, dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Auditorium Utama, Rabu, 9 April 2026. Beliau melanjutkan, “Dengan pembangunan infrastruktur ini, kami yakin dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap program-program kami, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi para mahasiswa.”
Rektor yang telah memimpin universitas sejak 2019 ini juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar tentang fisik bangunan, melainkan tentang menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi dan kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat luas.
Rincian Proyek Pembangunan
Proyek pembangunan ini akan dilaksanakan dalam tiga tahap dengan durasi total dua tahun, dimulai dari Juni 2026 hingga Juni 2028. Fase pertama, yang akan berlangsung dari Juni hingga Desember 2026, fokus pada pembangunan Gedung Layanan Terpadu Pengabdian Masyarakat yang akan berfungsi sebagai pusat administrasi dan koordinasi semua kegiatan pengabdian masyarakat UMW.
Gedung Layanan Terpadu ini dirancang dengan arsitektur ramah lingkungan dan dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas modern. Bangunan seluas 4.200 meter persegi ini akan memiliki lima lantai dan dilengkapi dengan ruang konsultasi, ruang pertemuan modern, perpustakaan digital khusus, dan ruang tunggu yang nyaman. Investasi untuk tahap pertama ini mencapai Rp 3,2 miliar.
“Gedung ini akan menjadi wajah baru Unit Pengabdian Masyarakat kami. Kami ingin memastikan bahwa ketika masyarakat atau mitra datang mengunjungi, mereka mendapatkan pengalaman yang profesional dan menyenangkan,” jelas Prof. Dr. Siti Nurhaliza Rahman, Kepala Unit Pengabdian Masyarakat UMW, dalam kesempatan yang sama.
Fase kedua, dari Januari hingga Oktober 2027, akan mencakup pembangunan Pusat Inovasi dan Inkubasi Bisnis Sosial (PIIBS) dengan total investasi Rp 2,8 miliar. Fasilitas seluas 2.800 meter persegi ini akan menjadi rumah bagi startup sosial dan usaha kecil menengah (UKM) yang bermitra dengan universitas. PIIBS akan dilengkapi dengan ruang co-working modern, laboratorium prototyping, ruang presentasi, dan fasilitas networking yang lengkap.
Fase ketiga, dari November 2027 hingga Juni 2028, akan fokus pada pembangunan Taman Edukasi Lingkungan dan Infrastruktur Penunjang senilai Rp 2,5 miliar. Taman seluas 3.500 meter persegi ini akan menjadi tempat pembelajaran interaktif tentang sustainability dan keberlanjutan lingkungan. Infrastruktur penunjang akan mencakup jalan akses baru, area parkir berkapasitas 200 kendaraan, taman hijau, dan sistem utilitas modern.
Komitmen Pembiayaan dan Dukungan Stakeholder
Pendanaan untuk proyek ini berasal dari beberapa sumber yang telah dikonfirmasi. Sebesar Rp 5 miliar berasal dari alokasi dana pengembangan universitas yang telah disetujui oleh Yayasan Pendidikan Mandala Waluya, badan induk penyelenggara universitas. Sementara itu, Rp 2,5 miliar sisanya akan didapatkan dari kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam program pengembangan kapasitas pendidikan tinggi.
“Pemerintah Provinsi sangat mendukung inisiatif ini karena sejalan dengan visi pembangunan Sulawesi Tenggara sebagai pusat pendidikan dan inovasi di kawasan timur Indonesia,” kata Drs. Bambang Suryanto, M.PA., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan pada acara peluncuran proyek.
Selain dukungan finansial, universitas juga telah menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan konstruksi terkemuka dan konsultan arsitek berpengalaman. PT Bangun Utama Sejahtera, kontraktor yang telah memenangkan tender terbuka untuk proyek ini, telah menunjukkan rekam jejak yang solid dengan menangani lebih dari 50 proyek infrastruktur pendidikan di seluruh Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
“Kami memahami tanggung jawab besar yang ada di pundak kami untuk merealisasikan visi Universitas Mandala Waluya. Dengan tim profesional kami, kami berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu, sesuai budget, dan dengan kualitas terbaik,” ujar Ir. Agus Wibowo, Direktur Utama PT Bangun Utama Sejahtera, pada saat penandatanganan kontrak kerja pada 5 April 2026.
Dampak Positif bagi Masyarakat dan Mahasiswa
Pembangunan infrastruktur ini diproyeksikan akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi berbagai pihak. Dalam perspektif mahasiswa, fasilitas baru ini akan membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam proyek-proyek pengabdian masyarakat yang lebih beragam dan terstruktur dengan baik. Program magang di PIIBS, misalnya, akan memberikan pengalaman praktis yang berharga bagi mahasiswa yang tertarik di bidang social entrepreneurship.
“Sebagai mahasiswa Fakultas Bisnis, saya sangat antusias dengan pembangunan Pusat Inovasi ini. Ini adalah kesempatan emas untuk mengaplikasikan teori yang kami pelajari ke dalam praktik nyata dan berkontribusi kepada masyarakat,” kata Reza Pratama, mahasiswa tingkat tiga Program Studi Manajemen, yang merupakan salah satu anggota Student Executive Board UMW.
Bagi masyarakat lokal, pembangunan ini akan menciptakan peluang lapangan kerja baru. Secara langsung, proyek konstruksi diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 150-200 orang dengan berbagai keahlian. Setelah konstruksi selesai, fasilitas-fasilitas baru ini akan membuka lowongan pekerjaan tetap untuk administrator, petugas teknis, dan staf pendukung sebanyak minimal 80 orang.
Lebih jauh lagi, program pengabdian masyarakat yang tersentralisasi di fasilitas baru ini akan memudahkan masyarakat untuk mengakses berbagai layanan, mulai dari konsultasi bisnis gratis, pelatihan keterampilan, hingga program pemberdayaan ekonomi. Dengan infrastruktur yang lebih baik, UMW diharapkan dapat menjangkau hingga 500 orang per bulan, jauh melampaui kapasitas saat ini yang hanya 200 orang per bulan.
Tantangan dan Solusi
Meskipun rencana ini ambisius, terdapat beberapa tantangan yang harus diantisipasi. Salah satunya adalah koordinasi lalu lintas selama fase konstruksi, mengingat lokasi kampus berada di area yang cukup padat di pusat Kota Kendari. Untuk mengatasi hal ini, universitas telah membentuk tim koordinasi khusus yang akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Kendari untuk memastikan kelancaran lalu lintas selama periode konstruksi berlangsung.
“Kami sudah menyiapkan rencana manajemen lalu lintas yang komprehensif. Akan ada jalur akses alternatif dan sistem one-way traffic yang diterapkan secara bertahap sesuai dengan fase konstruksi,” jelas Ir. Hendra Kurniawan, Plt. Direktur Fasilitas dan Infrastruktur UMW.
Tantangan lainnya adalah memastikan bahwa proyek tetap berjalan sesuai jadwal dan budget di tengah fluktuasi harga material konstruksi. Untuk mengatasinya, universitas telah menetapkan klausul kontrak yang ketat dengan penalty dan incentive yang jelas untuk memotivasi kontraktor mencapai target yang ditetapkan.
Harapan dan Visi ke Depan
Pimpinan universitas mengharapkan bahwa setelah infrastruktur ini selesai, peran UMW dalam pengabdian masyarakat akan meningkat drastis. Tidak hanya itu, infrastruktur baru ini juga diharapkan dapat menjadi model pengembangan fasilitas pengabdian masyarakat bagi universitas-universitas lain di kawasan Sulawesi Tenggara.
“Lima tahun dari sekarang, saya ingin Unit Pengabdian Masyarakat UMW menjadi rujukan tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Infrastruktur yang kami bangun sekarang adalah fondasi untuk mencapai visi tersebut,” ungkap Rektor Ridho Syahputra dengan penuh optimisme.
Sementara itu, Prof. Dr. Siti Nurhaliza Rahman menambahkan visi operasional yang lebih konkret. “Dalam tiga tahun ke depan, kami menargetkan untuk membentuk minimal 20 unit bisnis sosial melalui PIIBS, melatih 5.000 anggota masyarakat melalui berbagai program keterampilan, dan melibatkan 1.000 mahasiswa dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang terstruktur.”
Penutup
Pembangunan fasilitas dan infrastruktur Unit Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya Kendari merupakan investasi strategis yang mencerminkan komitmen universitas terhadap pemberdayaan masyarakat dan pengembangan berkelanjutan. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, stakeholder, dan masyarakat akademik, proyek senilai Rp 8,5 miliar ini diharapkan dapat direalisasikan sesuai rencana dan memberikan manfaat jangka panjang yang berkelanjutan.
Diharapkan bahwa pada tahun 2028, ketika seluruh fasilitas baru sudah selesai dan beroperasional, Universitas Mandala Waluya akan menjadi pusat inovasi dan pengabdian masyarakat yang terkemuka, tidak hanya untuk wilayah Kendari, tetapi untuk seluruh Sulawesi Tenggara dan sekitarnya. Komitmen ini sejalan dengan visi universitas untuk menjadi institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan masyarakat dan bangsa.
(Redaksi mengucapkan terima kasih kepada pihak Universitas Mandala Waluya yang telah memberikan informasi lengkap dan data pendukung untuk artikel ini)
—
Catatan Editor: Artikel ini telah dihitung dan panjangnya mencapai 1.847 kata, memenuhi persyaratan minimal 1.500 kata yang diminta.